RANGKUMAN INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN

Standar

BAB 6

INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN

  1. 1.      PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN MANUSIA

Salah satu unsur penting dalam Iingkungan hidup adalah manusia. Manusia secara biologis tergolong dalam homo sapiens . Manusia adalah mahluk hidup yang paling canggih, paling sempurna, karena memiliki kelebihan dibandingkan dengan mahluk-mahluk hidup lainnya. Ia memiliki bentuk fisik, fungsi tubuh serta karakteristik pertumbuhan fisiknya yang berbeda dengan hewan-hewan lainnya.

Julukan lain bagi manusia antara lain homo faber, yaitu mahluk yang membuat dan mempergunakan alat urituk menyesuaikan diri; makhluk yang dapat berbicara dan berkomunikasi (homo loquens, makhluk yang dapat bermasyarakat (homo sosia1is , sebagai makhluk yang dapat berusaha (homo ekonomis, makhluk yang beragarna (homo religious); makhluk yang menciptakan kesenian untuk menyatakan kesadaran etetisnya (artis cretator makhluk yang dapat rnenyerahkan tugas pada manusia lain (homo dolegans, mahluk yang mewariskan budaya (homo legatus). Lebih jauh Cassirer (dalam Harsodjo, 1998 :10) menyebutkan manusia sebagai Animal Symbolicum, yaitu makhiuk yang dapat berfikir dan menggunakan simbol-simbol.

  1. A.    FASE-FASE PERTUMBUHAN

lstilah pertumbuhan digunakan untuk menunjukan perubahan pada fisik biologis. Manusia sebelum terbentuk menjadi individu baru akan mengalami tahap-tahap pertumbuhan yang dimulai pada bulan pertama hingga bulan ke sembilan kehamilan dengan tahapan sebagai berikut :

  1. 1.      Bulan Pertama

Pembelahan zygote, pembentukan blastosit, pembentukan karitung kuning telur dan amonion, tampak perbedaan antara kepala dan ekor. Pembentukan belahan visceral, jantung beruang empat dan sistem sirkulasi terbentuk, tunas alat gerak muncul.

  1. 2.      Bulan Kedua

Terbentuknya lubang mata, telinga dan hidung, otak telah dibedakan dalam bagian-bagian utama; plasenta dan tali pusat terbentuk termasuk system sirkulasi yang ada didalamnya. Anggota gerak atas dan bawah masing-masing mempunyai lima jari, rangka dan kartilago mulai berkembang. Sistem pencernaan mulai dibedakan antara lambung, usus, pancreas, dan hati serta pembentukan ginjal.

  1. 3.      Bulan Ketiga

Pembentukan sendi, alat kelamin, paru-paru sebagai kantong yang kosong pada ujung trakea, jaringan otot berkembang dengan baik, perkembangan tulang dimulai dengan tengkorak.

  1. 4.      Bulan Keempat

Kulit sudah terbentuk walaupun tipis, rambut mulai berkembang pembentukan kelenjar keringat, terbentuk kelopak rnata namun masih bersatu atas dan bawah, gerakan penis sudah terasa oleh ibu.

  1. 5.      Bulan Kelima

Rambut berkembang diseluruh permukaan tubuh kecuali pada bagian kepala, kelenjar minyak berkembang banyak dan aktif menghasilkàn sebum diseluruh permukaan tubuhnya. Sebum adalah secret seperti makan yang berwama putih. Tangan dan kaki hampir sama panjang.

  1. 6.      Bulan Keenam

Wajah sudah berekspresi manusia, kulit menjadi berkeriput dan berwarna coklat kemerahan. Rambut menjadi kuat dan hitam lebih tebal.

  1. 7.      Bulan Ketujuh

Fetus sekarang menjadi lebih montok karena menyimpan lemak di demis, kelopak mata terbuka, kelenjar keringat berfungsi, rambut tumbuh di kepala.

Pada bulan ini ada kemungkinan bayi lahir secara premature dan dapat bertahan hidup dengan pemeliharaan yang sangat hati-hati.

  1. 8.      Bulan Kedelapan

Kulit menjadi bersinar, merah, dan dibungkus dengan sebum, pembentukan tulang belum selesai, gerakan sangat aktif, perkembangan ginja mendekati sempurna.

  1. 9.      Bulan Kesembilan

Rambut secara bertahap mulai menghilang dari permukaan tubuh tetapi tersisa pada daerah kepala, tubuh tetap montok.

  1. B.     FASE-FASE PERKEMBANGAN

Istilah perkembangan digunakan untuk menunjukkan adanya perubahan pada aspek psikologis. Secara psikologis manusia mengalami perkembangan seperti berikut di bawah ini:

  1. 1.      Fase bayi dan kanak-kanak

Secara kronologis masa bayi berlangsung sejak seorang individu manusia dilahirkan dari rahim ibunya sampai berusia sekitar satu tahun. Sedangkan masa kanak-kanak (early child hood) adalah masa perkembangan berikutnya yaitu dari usia satu sampai enam tahun. Perkembangan biologis pada masa ini sangat pesat sedangkan secara sosiologis masih terikat oleh lingkungan keluarga.

  1. 2.      Fase Anak-Anak

Masa anak-anak (late child hood) berlangsung antara 6-12 tahun. dengan ciri-ciri utama keadaan fisik yang memungkinkan mendorong anak untuk memasuki dunia permainan yang membutuhkan keterampilan jasmani mereka.

  1. 3.      Fase Remaja

Masa remaja (adolosence), masa pertumbuhan langsung selama kurang lebih 11 tahun mulai usia 12-21 tahun pada wanita, dan 12-22 tahun pada pria, dimana pertumbuhan biologis sudah lambat tetapi rnasih terus berlangsung pada bagian-bagian tertentu.

  1. 4.      Fase Dewasa

Masa dewasa awal (early adult hood) fase pertumbuhan saat seseorang remaja rnulai memasuki masa dewasa, yakni usia 21-40 tahun. Sebelum memasuki masa ini remaja terlebih dahulu berada pada tahap ambang dewasa (late adolescence) atau masa remaja akhir berlangsung 21 atau 22 tahun.

  1. 5.      Fase Setengah Baya

Masa setengah baya (middle age) adalah masa yang berlangsung antara usia 40-60 tahun. Pada masa ini menginjak 40 tahun keatas sudah mengalami puberitas kedua bagi pria dan bagi wanita memasuki masa menaupose diiringi tanda-tanda atau garis-garis ketuaan dibagian-bagian tertentu.

  1. 6.      Fase Usia Tua

Usia tua adalah masa terakhir kehidupan manusia. Masa ini berlangsung antara 60 tahun—berhembusnya nafas terakhir. Ditandai dengan perubahan kemampuan motorik yang semakin merosot diantara perubahan tersebut adalah menurunnya kekuatan otot-otot seluruh tubuh. Oleh karena itu pada masa ini orang lebih cepat merasa lelah den membutuhkan istirahat yang lama.

  1. 2.      LINGKUNGAN HIDUP DAN EKOSISTEM
  2. A.    PENGERTIAN LINGKUNGAN HIDUP

Lingkungan itu sangat luas, oleh karenanya seringkali dikelompokkan ke dalarn beberapa kelompok supaya lebih rnudah dipahaminya:

  1. Lingkungan yang hidup (biotic) dan lingkungan tidak hidup (abiotik).
  2. Lingkungan alamiah dan lingkungan buatan manusia.
  3. Lingkungan prenatal dan lingkungan postnatal.
  4. Lingkungan biofisis dan lingkungan psikososial.
  5. Lingkungan air (hydrosfir), lingkungan udara (atmosfir), lingkungan tanah (litosfir), lingkungan biologis (biosfir), dan lingkungan sosial (sosiosfir).
  6. Kombinasi dari kelompok-kelompok di atas.
  7. Dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 4 tahun 1982, tentang ketentuan-ketentuan pokok pengeloaan lingkungan hidup, Bab 1 pasal 1 dirumuskan: ‘Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, mahiuk hidup, termasuk didalarnnya manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan peri kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainnya”. Sedangkan Otto Soemarwoto (Titian, nornor 8, tanpa tahun :3) menyatakan Environment adalah istilah Inggris untuk lingkungan”, di Indonesia banyak digunakan istilah lingkungan hidup atau lingkungan. Yang dimaksud dengan lingkungan suatu organisme hidup adalah segala sesuatu di sekeliling organisme itu yang berpengaruh pada kehidupannya.
  8. B.     HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALAM

Berkenaan dengan hubungan manusia-alam, paling tidak ada empat paham. yaitu paham determinisme, paham posibilisme, paham optimisrne teknologi dan paham keyakinan ketuhanan.

  1. 1.      Paham Determinisme

Orang-orang yang dapat dipandang sebagai tokoh paham determinisme itu antara lain Charles Darwin, Friederich Ratzel, dan Elsworth Huntington. Determinisme alam menempatkan manusia sebagai mahluk yang tunduk pada alam, alam sebagai faktor menentukan. Menurut Charles Darwin (1809-1882), dalam teori evolusinya, bahwa mahluk hidup (tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia), secara berkesinambungan dari waktu ke waktu mengalami perkembangan. Pada perkembangan tersebut, terjadi perjuangan hidup (struggle for life, struggle for existerice), seleksi alam (natural selection), dan yang kuat akan bertahan hidup (survival of the fittest). Dalam proses perkembangan kehidupan tadi, faktor alam sangat menentukan. Pada teori dan pahamnnya itu, kelihatan jelas paham serta pandangan determinisme alam.

  1. 2.      Paham Posibilisme

Alam lingkungan sebagai faktor yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia, tidak lagi dipandang sebagai faktor yang menentukan. Manusia dengan kemampuan budayanya dapat memiih kegiatan yang cocok sesuai dengan kemungkinan dan peluang yang diberikan oleh alam lingkungannya, telah dipandang aktif sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Dalam paham posibilisme, manusia mempunyai peranan penting dalam mengontrol kehidupannya dan berhak menentukan proses produksi yang dipllihnya.

  1. 3.      Paham Optimisme Teknologi

Penerapan dan pemanfaatan teknologi telah mampu membuka sebagian “rahasia alam” bagai kepentingan kesejahteraan umat rnanusia. Berlandaskan keberhasilan tersebut, ada sekelompok manusia yang seolah-olah rnendewakan teknologi, menjadikan teknologi “segala-galanya”. Mereka sangat optimis selama teknologi maju dan berkembang apa pun dapat dilakukan, apapun dapat menjamin kebutuhan manusia. Teknologi dengan penerapannya bukan lagi sebagai “alternatif”,  melainkan telah menjadi “keyakinan” yang menjamin hidup kehidupan manusia. Selanjutnya mereka mengarah kepada “ketergantungan teknologi”, atau seperti telah di kemukakan diatas, menciptakan suasana “determinisme teknologi”, sehingga mereka tidak percaya terhadap adanya Tuhan Yang Mahakuasa, Tuhan Seru Sekalian Alam.

  1. 4.      Paham Keyakinan Ketuhanan

Paham ini rnengembangkan IPTEK dengan disertai oleh iman dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Karena manusia menyadari yang berkuasa di alarn semesta ini adalah Tuhan dan kewajiban manusia adalah untuk memelihara dan mengembangkannya.

  1. C.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHl LINGKUNGAN HIDUP

Dalam lingkungan, terdapat berbagai macam komponen, yaitu komponen biotic dan abiotic yang keduanya saling berhubungan, dimana dalam komponen tersebut manusia merupakan paling dominan pengaruhnya terhadap lingkungan. Hal ini disebabkan karena manusia menguasai IPTEK yang merupakan pengembangan akal pikiran manusia yang dikaruniakan oleh Tuhan sang Pencipta.

Manusia dengan IPTEK-nya telah mewarnai kehidupan alam semesta termasuk didalamnya kehidupan abiotik. Penerapan IPTEK telah mengatur suhu udara kelembapan tekanan dan sirkulasi udara, baik untuk kenyamanan hidup atau untuk kepentingan produksi, tetapi kemampuan tersebut juga dapat menimbulkan ketimpangan dalam bentuk masalah lingkungan seperti erosi tanah, longsor, banjir, kekeringan, pencemaran dan sebagainya. Maka sebagai dominator dalam lingkungan manusia wajib menyadari setiap keserakahan dengan IMTAK dimaha azas ekologi yang menjadi dasar keserasian, keseimbangan, demi kesejahteraan manusia dan mahluk hidup lainnya.

D. EKOSISTEM

  1. 1.      Pengertian

Ekosistem dapat diartikan sebagai system ekologi di suatu tempat tertentu yang merupakan jalinan hidup diantara kornponen-komponennya (hidup, tak hidup, lingkungan) dalam satu kesatuan yang dipadukan oleh adanya arus materi dan energi.

Secara garis besar ekosistem, dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:

a. Ekosistem daratan

Di daratan ekosistem besar, luas dan menunjukan karakter yang khas disebut juga biome. Karakteristik tersebut dicirikan oleh kesatuan tumbuh-tumbuhan (vegetasi) dan hewannya yang khas. Ke dalam ekosistem mayor atau biome itu termasuk hutan, stepa, sabana, dan gurun.

b. Ekosistem perairan

Dapat diklasifikasikan menjadi (1) ekosistern marin dan estuarium dan estuarium yang meliputi ekosistem samudra, laut, dan ekosistem estuarium (muara sungai tempat bertemunya air tawar dan darat yang terbawa sungai dengan air asin di laut), dan (2) ekosistern air tawar, ekosistem perairan di darat yang meliputi ekosistem sungai, danau, dan air bawah tanah.

  1. 2.      Komponen Ekosistem

Sebuah ekosistem mernpunyai 4 komponen, sebagai berikut:

  1. Substansi-substansi abiotik, yaitu komponen fisik dan kimia yang terdiri dari tanah, gas, air, udara, sinar matahari, dan sebagainya dan merupakan medium atau substrat untuk berlangsungnya kehidupan.
  2. Produsen, yaitu organisme autotrofik yang umumnya tumbuhan berklorofil yang mengsintesis bahan makanan dan bahan anorganik sederhana.
  3. Konsumen, orgarisme heterotrofik, seperti hewan dan manusia yang memakan organisme lainnya.
  4. Pengurai, perombak, atau decomposer”, yaitu organisme heterotrofik yang menguraikan bahan organic yang berasal dan organisme mati (bahan organisme kompleks), menyerap sebagian basil pengurai tersebut dan melepas bahan-bahan yang sederhana yang dipakai produsen, bacteria dan jarnur dalam kelompok ini.

 

  1. 3.      Proses Ekosistem
    1. Perubahan cuaca

Kehadiran matahari sebagai sumber energi utarna, perbedaan kalor daratan dengan perairan, kedudukan sumbu bumi yang condong 6,6° terhadap ekliptika, rotasi, dan revolusi bumi telah menyebabkan terjadinya perubahan cuaca dan musim.

  1. Siklus hidrologi

Merupakan perjalanan air dalam segala bentuknya (uap air, beku) secara alamiah dari situs umumnya (general site) di laut, ke udara, ke daratan. Jatuh di atas permukaan bumi (di perairan dan di daratan), mengalir dipermukaan tanah dan meresap kedalam tanah, dimanfaatkan oleh berbagai proses kehidupan, rnenguap kembali ke udara, sebagian rnengalir kembali ke perairan air laut. Sikus hidrologi dibagi menjadi tiga yaitu pendek, sedang, dan panjang.

  1. 4.      Rantai Makanan

Pada proses rantai ini terdapat komponen produsen, konsumen I, konsumen II, dan bakteri pengurai. Produsen adalah tumbuhan berklorofil yang mampu berfotosintesis. Konsumen I adalah herbivora, konsurnen II adalah hewan karnivora. Manusia karena memakan segala maka masuk kedalam kategori omnivora. Bakteri pengurai adalah mikro organisme yang menguraikan sisa-sisa zat organic menjadi bahan non organic untuk dijadikan sumber makanan tumbuhan.

 

  1. 5.      Siklus Karbondioksida dan oksigen

Pada rantai makan dan jaringan makanan terdapat fotosintesis oleh tumbuhan hijau dan proses pernafasan yang dilakukan oleh konsumen. Pada siklus ini manusia sejajar dengan hewan melakukan pernafasan dan memanfaatkan makanan (gula, tepung) yang diproduksi oleh tumbuhan. Dalam proses pernafasan manusia termasuk hewan rnenghirup oksigen (O2), bahan makanan (gula, tepung, C6H12O6) menghasilkan energi panas, energi kimia mendukung pertumbuhan kehidupan, karbondioksida (CO2) dikeluarkan ke udara sebagai sisa.

  1. 6.      Alur Energi

Dalarn kehidupan mahluk tidak dilepaskan dari adanya materi dan energi dimana energi dibagi menjadi energi potensial dan kinetik. Sedangkan menurut bentuknya energi dapat dibedakan menjadi energi mekanik, kimia, listrik, nuklir, panas, dan cahaya.

Energi potensial terkandung dalam zat, materi, dan sumber daya akan berubah menjadi energi mekanik, kimia, listrik, panas dan sebagainya. Jika materi atau zat atau sumber daya tadi mengalami perubahan, proses bergerak, berubah, dan bergesernya energi melalui rantai makanan serta jaringan makanan mulai dari penyinaran matahari oleh organisme (produsen) ke organisme iainnya (konsumen) sampai ke organisme pengurai, dikonsepkan sebagal alur energi.

  1. 1.      KEJADIAN ALAM SEMESTA

Kejadian alam telah dijelaskan dalarn surat Al-Fushilat ayat 11, bahwa “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan bumi ini masih merupakan asap, (lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati. Keduanya menjawab, Kami datang dengan suka hati”.

  1. 1.      Matahari

Matahari menurut Hipotesa Fowlerad adalah suatu gas yang pijar dan tidak bulat penuh. Temperatur dipermukaan matahari sekitar 6000°C. Temperatur tertinggi terletak di bagian tengahnya yang diperkirakan tak kurang dari 25 juta°C.

Pentingnya matahari bagi kehidupan bumi adalah:

  1. Merupakan sumber sinar dan sumber panas (energi) utama bagi bumi.
  2. Mengontrol stabilitas peredaran bumi.
  3. Matahari adalah bintang yang terdekat.

 

  1. 2.      Bumi

Bentuk bumi ternyata agak tipis sedikit dari kutubnya. Garis tengah bumi dari kutub ke kutub adalah 7900 mil, bila dihitung secara ekuatorial adalah 7923 mil dan beratnya 6,6 x 1021 ton.

Bumi diselimuti gas yang disebut atmosfer. Permukaan bumi terdapat lapisan air disebut hidrosfer. Bagian bumi yang padat terdiri dari kulit atau lithosfer dan bagian inti disebut chentrosfer.

Terbentuknya bumi atau tata surya adalah:

  1. Teori Sedimen

Umur bumi dapat dihitung dengan menghitung tebal lapisan sedimen yang membentuk batuan. Dengan menghitung berapa tebal lapisan sedimen rata-rata terbentuk tiap tahunnya dan membandingkan tebal batuan sedimen yang terdapat di bumi sekarang ini maka dapat dihitung berapa umur lapisan tertua dan bumi ini. Dengan cara ini didapatkan bahwa bumi terbentuk sejak 500 juta tahun yang lalu.

  1. Teori Kadar Garam

Dengan memperhitungkan kenaikan kadar garam di laut, diasumsikan bahwa mula-mula laut itu berair tawar. Sirkulasi air membawa larutan garam melalui sungai-sungai ke laut dan berlangsung terus menerus sepanjang abad. Dengan mengetahui kenaikan kadar garam tiap tahun, lalu diperbandingkan dengan kadar garam di laut saat ini kurang lebih maka bumi ini telah terbentuk 1000 juta tahun yang lalu.

  1. Teori Termal

Teori yang perhitungannya dengan cara penurunan temperatur bumi. Diasumikan bahwa mula-mula merupakan batuan yang sangat panas yang lama kelamaan mendingin. Ahli fisika Inggris bernama Elfin memperkirakan bahwa bumi menjadi batuan yang dingin dari batuan leleh yang sangat panas pada permulaan waktu 20.000 juta tahun yang lalu.

  1. Teori Radioaktif

Teori yang dianggap paling benar yang diikuti sekarang ini adalah berlandaskan perhitungan waktu peluruhan zat radioaktif.

  1. 3.      Iklim

Iklim adalah keadaan rata-rata di suatu daerah yang relatif lurus dalam jangka waktu yang panjang (10 sampai 30 tahun). Iklim disusun oleh radiasi matahari, temperatur udara, tekanan udara dan kelembaban udara.

 

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s